ꦠꦼꦩ꧀ꦨꦁꦠꦼꦏꦶ

ꦠꦩ꧀ꦨꦁꦠꦼꦏꦶ
TEMBANG TEKI

Tumapaké rahinå sumirat sasångkå
Gumêbyar nyaput pêdhut nyulak mégå
Jago kluruk ambêbêluk
Manuk prênjak lunjak—lunjak
Manuk êmprit pating cruit
Pratåndhå pêpadhang wus tumêkå
Wus kangên råså iki
Nginguk plataran bawérå
Kang rinênggå sêkar måncåwarnå
Gåndå arum ilir katiyub samirånå sumilir
Endi kupu—kupu kang kêkitrang anyesep sariné kêmbang
Êndi kumbang—kumbang kang mbrêngêngêng ambujung rowang
Êndi manuk kontul kang kumleyang anjajah tawang
Ing taman iki takluru tambane sêpi
Sinambi nglaras têmbangé têki.

Taman Gurit Pojok Desa, 29 Oktober 2018

Banyak teman—teman yang mulai kesulitan memahami makna-makna simbolik yang biasa digunakan dalam sastra jawa, baik yang disajikan dalam pasemon, saloka, pralambang, pralampita, atau operasi—operasi lain seperti wangsalan, purwakanthi, dasanama dan lain-lain.
Oleh karena itu, sedikit saya cuplikkan salah satu Gurit yang saya tulis dalam bukuSuluk Saloka Jiwa

Tumapake Rahina Sumirat Sasangka.
Mengawali Siang bersinarlah Matahari(#Wantah)
Sedang makna #simboliknya adalah ‘Timur’ adalah tempat dimana cahaya itu datang, ini dibuktikan secara historis dan geografis. Semua agama—agama besar didunia ini diturunkan di Bumi Timur, tidak di Barat (dimana çahaya itu tenggelam). Maka kebijakan itu ada ditimur tidak di Barat. Baju ketimuran itu lebih santun dibandingkan BAJU BARAT (yang dalam pewayangan merupakan prajurit Bekasakan/atau RAS—SIKSA). Sementara orang jawa memahami Agama iku Ageman Aji.
Gumebyar nyaput pedhut nyulak mega
Bersinar menyeka kabut menghapus mega
Kedatangan Cahaya Timur itu Bagai Sang Fajar yang mampu menyibak kepalsuan, kegelapan, kebodohan, kesombongan, kedengkian, dan lain—lain bagai kabut mega yang menjadi penghalang untuk menemukan kenyataan sejati.
Jago kluruk ambebeluk
Ayam Jago telah berkokok memanggil—manggil.
Jago adalah lambang kesatria, yang membangkitkan orang dari tidur panjangnya, dalam keterlenaannya, dalam ketidaksadarannya, dalam kemalasanya.
Menjadi penanda pergantian waktu dan akan hadirnya Jaman Kalasuba (jaman bahagia). Gemah ripah loh jinawi kerta tata raharja.
Manuk prenjak menjadi penanda akan datangnya Tamu Agung (Ratu Adil),
Manuk emprit pating cruit.
Burung emprit bersiul bersahutan.
Burung emprit muncul dilahan sawah yang ditumbuhi oleh padi yang subur. Sebagai penanda era baru Jaman Kalasuba itu ditandai dengan murah Sandang dan Pangan.

#selanjutnya terserah anda. Karena itu hanya salah satu pemaknaan, masih terbuka cara pandang lain.

ꦫꦣꦶꦪꦺꦴꦕꦩ꧀ꦥꦸꦂꦱꦫꦶ
ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ